Mekanisme Alokasi Yang Adil Untuk Vaksin COVID-19

ACT-Accelerator disiapkan untuk mengatasi pandemi COVID-19 lebih cepat dan lebih efisien dengan memastikan bahwa diagnosis, vaksin, dan perawatan yang berhasil dibagikan secara adil di semua negara.

Kunci untuk mencapai tujuan itu adalah desain dan implementasi Kerangka Alokasi yang Adil.

Distribusi yang adil sangat penting di bidang vaksin, yang, jika digunakan dengan benar dan adil, dapat membantu menghentikan fase akut pandemi dan memungkinkan pembangunan kembali masyarakat dan ekonomi kita.

Meskipun ACT-Accelerator akan mempercepat pengembangan dan produksi, persediaan awal akan terbatas. Jika tidak ada rencana internasional untuk mengelola distribusi vaksin secara adil, akan ada penimbunan di beberapa tempat dan kekurangan yang mengancam jiwa di tempat lain. Juga akan ada lonjakan harga.

Jadi, WHO menyarankan bahwa setelah vaksin terbukti aman dan efektif, dan diizinkan untuk digunakan, semua negara menerima dosis sesuai dengan ukuran populasinya, meskipun pada awalnya dalam jumlah yang dikurangi. Ini akan memungkinkan setiap negara untuk memulai dengan mengimunisasi populasi dengan prioritas tertinggi.

Pada tahap kedua, vaksin akan terus disebarkan ke semua negara sehingga populasi tambahan dapat tercakup sesuai dengan prioritas nasional.

Sekilas, alokasi vaksin yang adil akan terjadi dengan cara berikut:

  1. Alokasi dosis proporsional awal ke negara-negara sampai semua negara mencapai jumlah yang cukup untuk mencakup 20% dari populasi mereka
  2. Fase tindak lanjut untuk memperluas cakupan ke populasi lain. Jika kendala pasokan yang parah terus berlanjut, pendekatan alokasi tertimbang akan diadopsi, dengan mempertimbangkan ancaman dan kerentanan COVID suatu negara.

Dokumen tersebut adalah dokumen  kerja final  dan dapat disesuaikan di masa mendatang seiring dengan tersedianya informasi baru tentang vaksin dan epidemiologi COVID-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*